Ironi 'Virus Merah Jambu'

'pacaran' kadang kala disebut sebagai cinta, tapi taukah anda bahwa pacaran bukanlah sebuah cinta melainkan nafsu. ketika virus merah jambu telah menggerogoti hati seseorang maka 'taubat' menjadi pengobatnya. 'pacaran' belum tentu berzina tapi dengan 'pacaran' telah membuka seluruh pintu menuju zina!!..

Jika Tidak Sekarang, Kapan Lagi??

Menunda terkadang menjadi sebuah momok yang paling digemari oleh sebagian orang. Menunda tak ayalnya bagaikan sebuah budaya yang telah tersebar dalam setiap hati-hati manusia. dan tak jarang karena menunda hingga kesuksesannya harus tertunda pula!!!..

Goresan Pena Cinta

celotehan hati akan cinta yang penuh makna dalam menuju cinta yang di Ridhoi-Nya

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Pilihan Cinta

0 komentar

1. Teringat saat ku #Putuskan berhubungan terlarang (bc: #Pacaran) kitat. saat itu, saat aku ingin belajar menjadi lebih baik.

2. Ku tau, Kau begitu murka padaku. tapi aku lebih takut pada murka Alloh Azza Wa Jalla!

3. Tak apa kau begitu marah padaku, sampai ku ingat kau #Putuskan hubungan ukhuwah kita.

4. Kau tak mau mengenalku lagi, ini lah yg paling ku benci dr berhubungan tarlarang (bc: #Pacaran).

5. Awalnya begitu INDAH, akhirnya begitu RENDAH. | Tak ada lagi KEINDAHAN yang ada hanyalah KEBENCIAN.

6. Hingga aku tahu mengapa hubungan itu (bc: #Pacarn) begitu terlarang,

7. karena setelah keindahan itu hilang, yang datang hanyalah kebencian yang nyata!

8. hilang pula ukhuwah islamiyah di antara kita. | bangunan ukhuwah yag tlah kita bangun dan kita rawat bersama.

9. Aku sangat bersyukur kepada Alloh, krn aku tersadar sebelum aku tersungkur!

10. Begitu bencinya kah kau padaku, hingga masa di mana kau berkata, kau men#Cintai ku | namun begitu mnyakitkan ku tak membalas #Cinta mu.

11. Tidak! tidak seperti itu. Hati ini merasakan "Rasa", NAMUN.........

12. ku ingin kau segera menyandingku. Menghalalkan rasa itu. Dan segera kau ucap akad "SAH".

13. Namun yang ku terima adalah harapan-harapan palsu dengan alasan yang tak berarti,

14. hanya untuk menghalalkan 'hubungan terlarang' (bc: #Pacaran).

15. Maafkan aku! aku lebih rela kehilangan #Cinta mu daripada aku harus kehilangan #Cinta sejatiku, Alloh Ar-Rohman Ar-Rohiim.

16. Perih ini menjalar begitu saja ketika ku tahu kau bersanding dengan yang lain, namun..

17. perih ini pasti akan di gantikan dengan yang lebih baik, itu janji-Nya.

18. Daripada aku menanggung perih dalam siksa api neraka-Nya kelak dengan bahagiaku di dunia.

19. Lebih baik aku menanggung perih sekarang dan aku akan mendapatkan yang jauh lebih baik, yaitu bahagia dengan pilihanNya!

20. dan insyaa Alloh, bahagia dalam surgaNya yang begitu di penuhi dengan kenikmatan dan kebahgiaan yang kekal abadi selamanya!

21. Kini ku tahu, men#Cintai memang sangat mudah, tapi untuk meraih #Cinta kadang sangat sulit.

22. Perlu latihan, dan berkali-kali jatuh bangun!

23. Maka dari itu, ku mulai belajar untuk men#Cintai tanpa harus ku terima balik #Cinta nya.

24. Namun semua itu tak berlaku padaNya! #Cinta dari_Nya!

25. Aku men#CintaiNya! Dan Dia lebih men#Cintaiku!

26. Aku melupakan-Nya, tetapi Dia tetap memberiku kasih sayang dan kenikmatan yg tiada putusnya.

27. Ketidak adilanku pada-Nya membuatku semakin bangun #Cinta pada-Nya, sehingga ku mampu segera melupakanmu!

28. Aku memang tak pernah tahu apa itu bangun #Cinta, setelah aku kehilangan #cintaku padamu.

29. Begitu pun dengan apa yang aku rasakan, telah lama aku kehilangan rasa, hingga ku tersadar dari keterpurukanku.

30. Aku benar-benar merasakan bangun #Cinta, terasa setelah aku kehilangannya.

31. Aku bangun #Cinta pada-Nya, aku begitu merindukan-Nya.

32. Maafkan aku mantan kekasihku, karna ku telah bangun #Cinta pada Kekasih Terindahku. Alloh Robbul 'aalamiin. ^_^

33. Aku akan berbenah dengan hati, untuk mendapatkan Ridho dari Sang Maha Cinta! ^_^

34. Nah, #PrajuritPCN yg masih pacaran hayuu #UdahPutusinAja! | Move On mah gampang! Percaya deh sm Janji Alloh. ^_^

35. "Wanita baik untuk lelaki baik, n lelaki baik untuk wanita baik." (24:26) | nah loh! Masih niat juga untuk #Pacaran ?! | teeooonggg!! -_-

 ====***===***===***===***

Writer : Lathifah Nur Amatulloh

IRONI ‘VIRUS MERAH JAMBU’

0 komentar

Pernankan saya menuliskan untaian keluhan hati menyaksikan fenomena penyebaran virus merah jambu yang sungguh kian meresahkan, bagaimana tidak ? karena virus ini sungguh sangat berbahaya sebab mampu melumpuhkan logika dan akal fikiran orang-orang yang digandrunginya. Virus ini banyak menyerang remaja-remaja yang ditemuinya atau bahkan orang dewasa sekalipun dan tak bisa dipungkiri karena tak jarang virus ini juga menyerang para aktivis dakwah *astagfirullah*. Sungguh sebuah penyakit yang patut untuk dihindari karena mampu mematikan hati seseorang, hingga tatapan orang yang terkena tertutupi tabir yang hanya menampakkan keindahan sang pujaan hati.

Dalam alinea bait-bait kegelisahan ini, saya mengajak anda untuk menelusuri jauh lebih dalam tentang ‘Virus Merah Jambu’ ini sedalam kegelapan tabirnya yang sungguh melenakan dan bahkan merusak aqidah. Cinta yang menjadi latar belakang penyebaran virus ini, tapi taukah anda sesungguhnya ini bukanlah cinta melainkan nafsu yang dibalut dan dibungkus rapi dengan nama cinta. Ungkapan ‘Cinta’, ungkapan ‘sayang’ yang terlisankan sebelum akad bukanlah sebuah kejujuran lisan melainkan sebuah ikrar pendustaan hati yang tak berdasar dan tak tentu arahnya. Ingin bukti ? mari kita lihat dan telusuri orang-orang yang lagi kasmaran dan saling memadu kasih dengan seorang yang bukan mahromnya, apa yang akan kita dapatkan ? yakni KEBOHONGAN yang akan terus Nampak jika dilihat menggunakan akal fikiran tapi bagi orang-orang yang sedang kasmaran, kebohongan itu tak Nampak karena syaithon telah mengendarainya dengan mengatasnamakan ‘cinta’.

jika anda lelaki, saya mengajak anda untuk bertanya lebih dalam kedalam hati anda, “apakah yang mendasari anda melisankan cinta kepada wanita yang bukan mahrom dengan cara yang tak disyari’atkan??”, jika benar ada cinta untuknya mengapa hanya berani sebatas hubungan yang tak terikat dengan ikatan yang kuat (yakni dengan pernikahan) ? jika benar ada cinta, mengapa harus melalui hubungan ‘pacaran’ ? pacaran tak menjanjikan sebuah kebahagiaan dan bahkan pacaran tak janjikan sebuah pernikahan!!. Toh jika terjadi pernikahan, maka tak ada nilai lagi didalamnya karena cinta yang harusnya bersemi diawal pernikahan kini telah tiada dan dihabiskan kala berpacaran. Tak jarang pula pacaran menjadi cikal bakal terjadinya perceraian dan bahkan telah terbukti dengan fakta nyata bahwa tingkat perceraian yang semakin meningkat itu terjadi pada para pelaku pacaran *Naudzubillah*.

Jika anda wanita, saya mengajak anda untuk merenung sejenak, “apa manfaat yang akan tertorehkan buat diri anda dengan pacaran ?” sungguh tak ada manfaatnya saudariku, yang ada hanyalah mudhorat *kerugian* bagi diri anda. Tak jarang saya menemukan argument para wanita dengan rasa bangganya ketika banyak lelaki yang meliriknya atau bahkan banyak lelaki yang berlomba untuk menjadikan sang kekasih yang tak halal dan mungkin tak kan pernah jadi halal. Sungguh ini bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan karena taukah anda, ajakan mereka untuk berpacaran tak ayalnya bagaikan ajakan untuk berzina dengannya *naudzubillah min dzalik*. Berpacaran juga bukan tanda yang membuktikan bahwa anda ‘laku’ melainkan menjadikan diri anda ‘murahan’ (maaf), karena dengan mudah dan murahnya para lelaki menyentuh anda dengan bebasnya dan ketika telah bosan maka anda akan ditinggalkan atau mungkin ketika tak ada kecocokan maka perpisahan yang akan menghantui, lalu siapakah yang merugi ? tentulah ANDA WAHAI WANITA!!!. Maka dari itu SADARLAH, islam telah memuliakan diri anda maka jangan pernah hinakan kembali dengan membiarkan para lelaki menyentuh anda melalui hubungan yang tak halal!!!. 

 Mari kita telusuri kembali tabir hitam yang tersebunyi dalam hubungan yang tak halal dengan mengatasnamakan cinta. Tidakkah kau lihat disana, berapa banyak wanita-wanita yang hilang kehormatannya karena virus merah jambu ini ? sungguh amat teramat sangat banyak saudara/i ku, dan bahkan anak sekolah dasar (SD) sekalipun sudah berani melakukannya maka benarlah sudah bahwa ‘pacaran bukan tanda kedewasaan melainkan beradegan dewasa’. Tak jarang juga, karena putus cinta mengakibatkan terjadinya bunuh diri atau pembunuhan sang kekasih. Lalu apa anda masih menggap pacaran sesuatu yang positif ? saya berani mengatakan bahwa dalam pacaran yang ‘nikmat’ adalah lelaki dan yang menderita adalah wanita!!!.. 

Berhubung menyinggung tentang pacaran postif, saya teringat dengan dalih dari para pelaku pacaran yang bunyinya kurang lebih seperti ini, “kami tak ngapa-ngapain ?” => | nah tidak ngapai-ngapain saja berdosa, mending jangan deh!!. | “ini kan penjajakan sebelum nikah (itung2 kenal colon sebelum menikah)” =>  | terus, sampai harus jadi orang yang ‘murahan’ gitu?? Bebas dimiliki oleh siapapun tanpa ikatan syar’i.. |  “kami kan pacaran islami” => *kayak gimana tuh pacaran islami ? sebab kemaksiatan dan kebenaran tak akan pernah jadi satu dan tak mungkin bisa disatukan.. *pacaran = maksiat *kebenaran = tidak pacaran!!!.. | “diakan bisa jadi sumber motivasi gitu” => | awalnya sih iya, tapi udah putus ya nangis, mending jangan pacaran deh!!!.. | “kenapa sih pacaran dilarang ? apa islam tidak mengenal cinta ?” => | wadaooww, bukannya islam tidak mengenal cinta tapi islam menjaga cinta, islam adalah agama yang penuh cinta, namun dalam cinta mencinta ada aturannya bukan semau lo, atau semau gue!!.. apa yakin cinta saat pacaran ? jika dikalkulasikan nih, pacaran itu 10% cinta dan 90% nafsu!!!. Tak percaya, coba buktikan!!!..

Diakhir bait keluhan hatiku ini tentang virus merah jambu, saya ingin mengajak anda untuk membuka hati anda akan indahnya cinta yang telah diatur dalam islam. Sungguh sebuah kebagiaan telah dijanjikan ALLAH bagi mereka yang mengikuti syari’at islam yang telah ditetapkannya. Sahabatku, jika belum siap untuk menikah, mari pentaskan diri terlebih dahulu, perbaiki diri terlebih dahulu dengan belajar islam. Dan mari kita fokuskan cinta yang kita miliki hanya untuk ALLAH dan Rasul-Nya maka yakinlah ALLAH akan memberikan kita seseorang yang akan menjadi bidadari pendamping yang setiap hingga di Surga kelak *Insya ALLAH*. Pegang teguhlah bahwa, LAKI LAKI YANG BAIK HANYA UNTUK WANITA YANG BAIK-BAIK DAN WANITA YANG BAIK HANYA UNTUK LAKI-LAKI YANG BAIK-BAIK PULA. \(^0^)/

Writer : Akhir AR (Goresan Pena)

SEMUA TENTANG KITA (letupan perjalanan cinta masa lalu)

0 komentar

Aku duduk termenung diruang rindu hatiku sembari terlintas difikiran dan hati ini tentang sebuah perasaan rindu yang tak terbendung dan tak kan mungkin mampu aku bendung. Sesekali aku menatap wajahmu dalam sketsa abstrak yang tercipta dalam fikiranku untuk sejenak mampu meredam rasa rindu yang kalut dalam diri ini, fikirku!!.. namun aku tersadar dari lamunan panjang dan menepis desiran rindu yang baru saja kurasakan, seakan ada yang memberontak dari dalam hati seraya berkata, “jangan lakukan itu!!, dia bukan kekasih halalmu dan belum tentu akan jadi kekasih halalmu sehingga engkau tidak pantas untuk menaruh rindu yang mendalam seperti itu!!  Karena hal itu hanya akan menambah dosamu”. Aku tersadar, benar tersadar namun hanya sementara karena sebagai seorang pemuda yang sedang dilanda cinta dan rindu,  sesekali gejolak perasaan itu terasa menghujam didada hingga rasanya diri ini berada dalam control perasaan tersebut. Aku merasa bukan dirkui lagi, diriku dirangkul kegelapan cinta dalam kesadaranku namun aku tak mampu berbuat apa-apa, ditambah lagi syaithon dengan cerdiknya menundukkanku dengan kenangan-kenangan indah masa lalu yang kulalui bersama.

Kebersamaan masa lalu yang cukup singkat jika difikirkan namun amat termat sangat panjang jika harus dikenang. Masa-masa indah bersama melalui hari dengan penuh cinta membuat hari-hari penuh warna, sungguh indah rasanya berada dalam dekapan cinta dan saling memadu kasih. Tak ayal perasaan senang dan bahagia muncul begitu saja dalam hati karena perhatian cinta yang begitu indah, indahnya cinta karena “ada yang memperhatikan , ada yang mengingatkan, ada yang menegur, ada yang menasehati, ada yang menemani dalam menjalani setiap hari yang silih berganti”, itu fikirku!!.. cinta ini pun menjadi sangat terasa indah karena dia adalah sosok wanita yang kudambakan dan merupakan wanita pertama yang hadir dalam relung hati ini dan dengan sontak kubuat janji, dalam diriku sendiri bahwa akan kujadikan dia wanita yang terakhir dalam hidupku dalam artian “aku ingin menikah dengannya” agar cinta ini tetap terjaga dan kekal abadi”. Tak cukup hanya sebuah janji, aku pun berusaha dan berupaya untuk mewujudkannya karena saat itu yang terlintas dalam fikiranku hanyalah pernikahan namun semua itu terbantahkan ketika melihat diriku belum menjadi apa-apa dan belum bisa berbuat apa-apa.  Aku pun berfikir untuk tetap melanjutkan hubungan yang tak sepantasanya terjalin ini yakni “PACARAN”, karena cinta yang begitu bergejolak dihati maka aku pun mengabaikan larangan-larangan islam tentang ‘pacaran’ dan dengan beraninya aku berdalih untuk menghalalkan ‘pacaran’, mengeluarkan seribu alasan agar dia mau melanjutkan hubungan ini sampai kelak kami siap untuk menikah.  tak segan-segan aku menamai hubungan ini dengan sebutan ‘pacaran islami’, sebuah hubungan perkenalan sebelum menuju kepernikahan dengan menciptakan ‘gaya’ pacaran yang berbeda pada umumnya yakni segala sesuatunya tak lepas dari kata dan perbuatan yang penuh hikmah.
 
Dalam benakku, aku telah tau bahwa tak ada ‘pacaran’ dalam islam terlebih yang namanya ‘pacaran islami’ karena yang namanya maksiat tetap saja maksiat namun semuanya bagaikan hanya angin lalu yang terlintas begitu saja karena diri ini sudah terkontaminasi oleh ‘Virus Merah Jambu’.  Terbuai virus merah jambu, dengan congkaknya  aku membantah seluruh larangan islam tentang pacara dan dengan beraninya aku mengeluarkan fatwa diperbolehkannya pacaran sehingga menghampus dalil dan menggantinya dengan dalih yang tercipta dari hasil pemikiranku. “pacaran kan kita tidak ngapa-ngapain, malah kami sangat mengingatkan untuk beribadah kepada ALLAH”, ucapku.
 
Hari demi hari terus berlalu dengan hubungan yang semakin dekat dan erat, hingga tiba suatu hari dia memutuskan untuk mengikut ‘tarbiyah islam’ dengan rekomendasi dariku. Aku tak berfikir jauh bahwa dalam tarbiyah, suatu saat nanti akan tersampaikan materi tentang cinta dan larangan pacaran. Aku hanya berfikir agar dia mendapat banyak pengetahuan tentang agama islam jauh lebih dalam dari berbagai sumber. Aku hanya berfikir agar dia memiliki bekal pengetahuan agama islam agar mampu menasehatiku ketika salah dan menyalahkan. Namun apa daya sebuah kemaksiatan tidak akan mampu ditutupi terlalu lama, sebuah kebathilan tentu tidaklah sejalan dengan sebuah kebenaran hingga akhirnya dia berdiskusi denganku untuk mengakhiri hubungan ini dengan menunjukkan BANYAK dalil dari Al-Qur’an dan Hadist tentang ‘larangan pacaran’. Aku sontak terbungkam, diam, kaku, pilu dan tak mampu berbuat apa-apa, hatiku tergetar  membaca Firman-Nya dan hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hingga tak terasa meneteskan butir-butir air mata tapi dalam fikiran serasa ada raungan, bisikan untuk mengelak dari kebenaran itu. Aku tersadar bahwa syaithon kembali membisikkan sesuatu yang menggerogoti fikiranku hingga aku kembali berdalih dengan dalih yang sangat rapuh hingga tak mampu mengelak dari kenyataan yang Nampak dihadapanku.
Hari berlalu begitu saja tanpa dirinya lagi disisiku, sedih menghujam perasaan ini dan juga dilanda ombak rindu dalam lautan kegalauan. “aku tak boleh bersedih, karena hal ini adalah sebuah hidayah  untuk kami berdua sehingga terlepas dari bayangan kegelapan cinta  pacaran”, kataku dalam hati. “perpisahan ini adalah pokok awal dari sebuah pertemuan kami kelak”, aku yakin akan hal ini dan aku bangkit dari keterpurukan kesedihan. Aku menemukan kembali diriku yang telah hilang dirangkul kegelapan selama ini, aku berinisiatif untuk kembali aktif dalam khalaqoh tarbiyah untuk memperbaiki kesalahan-keasalahan masa laluku dan juga untuk menambahkan ilmu pengetahuan tentang islam agar aku tak lagi kembali berdalih kosong yang tak berarti. Dan saat ini aku percaya bahwa “laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik dan wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik pula” karena “janji ALLAH itu PASTI!!!” dan “cukuplah ALLAH menjadi Saksi bagiku”.

#CintaPalsu dan solusinya

0 komentar

1. #Cinta yang seberat biji sawi lebih aku cintai daripada beribadah selama tujuh puluh tahun tanpa rasa cinta.. (Yahya Ibn Mu'adz)

2. katanya cinta tapi kok beraninya cuma pacaran??.. | katanya sayang tapi hanya dimulut saja.. | #CintaPalsu

3. ngakunya lelaki Muslim tapi berani maksiat dengan pacaran.. | katanya wanita muslimah tapi mau aja diajak maksiat.. | #CintaPalsu

4. ngomongnya "Aku Siap Melakukan Apapun utk menjagamu".. | benarkah??.. diri sendiri sj belum tentu bisa dijaga dr api neraka.. | #CintaPalsu

5. ngomongnya "Aku Akan Mencintaimu sampai akhir hayaku".. | benarkah?? tapi kok belum nikah??.. beraninya hanya pacaran.. | #CintaPalsu

6. ya iyalah.. bagaimana mau nikah, urus diri sendiri saja belum benar!!!.. membimbing diri sendiri saja belum bisa.. #CintaPalsu
7. jika diri sendiri belum bisa dia bimbing, bagaimana bisa dia membimbing orang lain??.. | makanya jangan pacaran deh!!!.. | #CintaPalsu

8. pacaran itu hanya datang derita dan tentu datang dosa.. | bagaimana bisa disebut cinta jika melanggar syari'at islam??.. | #CintaPalsu

9. apa yakin dia layak menjadi pendamping hidupmu jika hanya berani mengajakmu bermaksiat pada ALLAH dengan pacaran??.. | #CintaPalsu

10. jika memang cinta, jika memang sayang "PERNIKAHAN ADALAH SOLUSINYA"!!!.. ini baru #Cinta.. ^_^

11. Sebagaimana sabda Rasulullah, "Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling men-#Cintai semisal pernikahan”..

12. tapi kan kita belum siap nikah..... | nah jika belum siap ngapain berani men-#Cintai??.. | #Cinta hanya utk org yg berani bukan pengecut..

13. tapi kan kita saling mencitai... | maka dari itu MENIKAHLAH!!.. | karena tidak ada saling men-#Cintai dalam bermaksiat..

14. tapi kan kita belum punya kerjaan.. kita belum punya rumah.. kita belum punya banyak uang.. | heyy mau nikah apa investasi??..

15. nikah dong tapi jika belum punya semua itu mau makan apa dan mau tinggal dimana??.. | hey ALLAH yang memberimu rezeki, tak usah risau..

16. jika memang niatnya ibadah dan bersungguh2 utk merubah hidup maka insya ALLAH, ALLAH akan memberimu jalan rezeki..

17. bukankah pernikahan adalah melengkapi separuh agama??.. | bukankah pernikahan bertemunya dua insan dgn membawa rezekinya masing2??..

18. tak usah galau, tak usah risau, tak usah sedih.. jika memang bersungguh2 utk mencarinya maka pernikahan bisa jadi jalan utk menemukannya..

19. karena janji ALLAH itu pasti!!!.. dan ALLAH tidak pernah mengingkari janji.. | dan jadilah hamba ALLAH yang beriman dan bertakwa..

author : https://twitter.com/PejuangCintaNya

Perdebatan antara Mata dan Hati

0 komentar

Jika mata disebut sebagai penuntun, maka hati dapat disebut sebagai penuntut. Mata memiliki kenikmatan pandangan, sementara hati memiliki kenikmatan pencapaian. Dalam hasra dan keinginan, mata dan hati adalah sepasang sekutu yang dekat. Tapi ketika keduanya terperosok kedalam kesulitan, maka keduanya akan saling menghujat satu sama lain.
Hati akan berkata kepada mata, “kaulah yang telah menyeretku kea rah kehancuran, dank au juga telah memerosokkan aku kedalam lubang penyesalan hanya karena sedikit pandangan yang kau lakukan. Kau lepaskan pandanganmu ketaman-taman itu, dank au cari kesembuhan dari pandangan kesakitan. Kau sengaja menentang firman Zat yang MahaBijaksana. “katakanlah kepada orang orang mukmin untuk menjaga pandangan….” (QS. An-Nur : 30) dan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, “pandangan mata adalah salah satu anak panah beracun diantara sekian banyak anak panah iblis,. Barangsiapa menundukkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita , niscaya ALLAH akan melimpahkan pahala padanya sehingga ia akan menemukan kelezatan pahala itu didalam hatinya”.. (HR. Ahmad)